Bireuen – Provinsi Aceh|suara-aceh Ekoduwisata Paya Nie merupakan wisata alam dengan berbagai destinasi menarik, seperti kawasan rawa, kegiatan edukasi, dan olahraga. Terletak di Desa Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen – Aceh, wisata ini menjadi salah satu destinasi unggulan yang memadukan keindahan alam dengan nilai edukatif.
Di dalam kawasan ini terdapat tempat budidaya ikan air tawar dan berbagai fasilitas seperti Green Café, saung, mushola, toilet, dan homestay. Wisata ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), masyarakat sekitar, serta LSM Aceh Wetland Foundation (AWF).
Ekoduwisata Paya Nie mulai dikembangkan sejak tahun 2022 dan kini telah menjadi model pembangunan desa wisata yang komprehensif. Wisatawan dapat menyaksikan langsung upaya pelestarian lahan gambut, kekayaan budaya lokal, hingga panorama indah dari ketinggian. Keberadaan kawasan ini memiliki potensi besar dalam mendorong percepatan ekonomi masyarakat setempat.
Jam operasional Ekoduwisata Paya Nie dimulai pukul 11.00 WIB hingga 18.00 WIB setiap hari. Para wisatawan juga dapat mengikuti kegiatan edukatif seperti membuat kerajinan tangan dan belajar tentang budidaya.
Harmoni Alam dan Konservasi
Ekoduwisata Paya Nie menggabungkan pesona keindahan alam dengan edukasi lingkungan. Kawasan ini dibentuk atas dasar kesepakatan bersama antara tim AWF dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.
Sebagai kawasan konservasi, terdapat aturan ketat di mana dilarang keras menembak burung maupun menangkap ikan dengan peralatan yang merusak ekosistem. Di sini, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup.
Daya Tarik Hutan Mangrove
Salah satu daya tarik utama Paya Nie adalah hutan mangrovenya. Hutan ini menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna, serta memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Lahan basah yang subur di Paya Nie juga menjadi rumah bagi burung-burung migran, ikan air tawar, dan berbagai tumbuhan langka. Pengunjung dapat menjelajahi keindahan alam sambil mendapatkan pengetahuan tentang konservasi ekosistem.
Pelestarian Lingkungan & Pemberdayaan Komunitas
Fokus utama dari Ekoduwisata Paya Nie adalah pelestarian lingkungan dan pemberdayaan komunitas lokal. Inisiatif konservasi, seperti penanaman kembali mangrove dan pengelolaan limbah, dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat.
Selain menjaga kelestarian alam, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Melalui pendekatan ekowisata, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor utama dalam pengelolaan dan pelestarian.
Dengan mengunjungi Paya Nie, wisatawan diajak untuk tidak sekadar menikmati pemandangan alam, tetapi juga berkontribusi nyata dalam konservasi lingkungan dan mendukung kehidupan masyarakat lokal. Ekoduwisata Paya Nie adalah contoh nyata pariwisata berkelanjutan yang membawa manfaat untuk semua pihak.
Tulisan: Eka Maha Putra (FAMe UNIKI)
Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe)
Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI)

