Matangkuli | suara-aceh.com- Bencana banjir yang melanda Kecamatan Matangkuli telah memberikan dampak serius terhadap sektor pendidikan. Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 9 sekolah di Matangkuli terdampak banjir dengan tingkat kerusakan yang mengganggu proses belajar mengajar, mulai dari kerusakan ruang kelas, sarana pendukung pendidikan, hingga hilangnya perlengkapan belajar peserta didik.
Ironisnya, hingga hampir dua bulan pasca banjir, proses pemulihan pendidikan belum berjalan secara maksimal. Keterlambatan pencairan dana pendidikan masih terus berlarut-larut, sementara sekolah dan peserta didik dipaksa bertahan dalam kondisi serba terbatas. Situasi ini berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan hak dasar peserta didik.
Menanggapi hal tersebut, Lumbung Informasi Mahasiswa Matangkuli (LIMA) mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia untuk segera melakukan percepatan pencairan dana pendidikan pasca banjir berdasarkan data kerusakan dan kebutuhan riil di Kecamatan Matangkuli. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Faddal selaku Ketua LIMA, Senin 02 Februari 2026.
Pihaknya juga meminta agar data yang telah dihimpun oleh sekolah dan pemerintah daerah seharusnya menjadi dasar utama dalam penyaluran bantuan agar pemulihan pendidikan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
" Keterlambatan penanganan pendidikan pasca bencana tidak dapat terus ditoleransi. Pendidikan merupakan layanan dasar yang wajib dipulihkan segera, karena setiap penundaan berarti mengorbankan masa depan peserta didik di daerah terdampak" tegas Faddal.
Selain itu Faddhal yang akrab disapa Agam juga menegaskan bahwa pendidikan adalah hak segala bangsa dan tidak boleh terhenti akibat bencana. Selanjutnya ia juga menyampaikan bahwa Negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi, termasuk bagi anak-anak di wilayah yang terdampak banjir seperti Matangkuli.
Pihaknya juga menuntut adanya komitmen yang nyata dari pemerintah "Kami menuntut adanya komitmen nyata, transparansi, serta langkah konkret dari Kemendikbudristek untuk segera merealisasikan pencairan dana pendidikan pasca banjir. Pemulihan pendidikan yang cepat dan berpihak pada korban bencana adalah bagian penting dari tanggung jawab negara terhadap masa depan generasi bangsa." Tutupnya.

