Banda Aceh | suara-aceh.com- Baru baru ini berita terkait kekerasan yang dilakukan seorang guru pada tempat penitipan anak di Yogyakarta tengah viral. Belum selesai dengan berita yang menyayat hati dari pulau seberang ternyata Kota Banda Aceh juga tidak mau ketinggalan ikut trend berpenyakit ini, Kota Banda Aceh yang terkenal dengan syariatnya, dan ketenangannya ternyata menyimpan luka yang justru menyayat hati lewat kasus yang sama persis seperti yang viral baru baru ini di Yogyakarta, yakni kekerasan yang dilakukan oleh seorang Oknum Guru pada sebuah tempat penitipan anak (daycare), Ujar Ketua Kohati HMI Cabang Banda Aceh Fitri Sundari ke media ini.
Ia menambahkan berita Daycare yang tengah viral di banda aceh ini tidak memiliki izin operasional secara resmi , dengan ini kami mengharapkan kepada pemerintah Kota Banda Aceh untuk diusut sampai tuntas sehingga hal hal seperti ini tidak terjadi lagi, dan bukan hanya di satu temapt ini saja, tapi harus merata secara keseluruhan karena sekarang tempat tempat serupa sudah mulai banyak dibuka.
“Dalam melakukan perekrutan guru untuk menjaga , membimbing dan mengawasi anak anak dibawah umur pada tempat tempat khusus seperti ini, ada baiknya perlu dilakukan periksa atau tes psikologis, karena hal atau tindakan seperti ini seharusnya hanya dilakukan orang orang yang punya penyakit di bagian psikologis nya” Ujar Fitri.
kami sangat menyayangkan tittle yang seharusnya “diguguh dan ditiru” justru tercoret hanya karena segelintir orang orang berpenyakit seperti itu, Kami atas nama Korps HMI Wati (Kohati) Cabang Kota Banda Aceh mengecam dan meminta Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengusut tuntas, dan memberi pelaku hukuman yang seberat-beratnya, Pungkas Fitri Mahasiswa Tarbiyah UIN Ar-Raniry. (Heri Ulka )

